Ust Ja’far Umar Thalib

Rabu, 31 Desember 2008 14:38:09

 
Mantan Panglima Laskar Jihad



Menyelaraskan Bisnis dengan Dakwah

Alhamdulillah saya dipertemukan oleh Allah dengan seorang pengusaha bernama HM Bhakty Kasry, ia adalah sosok yang punya komitmen dalam kegiatan dakwah. Pertemuan itu bermula ketika tahun 2004, saya menghadiri acara Zikir Nasional bertema Indonesia Berzikir di masjid Istiqlal, Jakarta.

Saya melihat sosok Bhakty adalah pebisnis yang penuh semangat dalam menjalankan ajaran agama Islam. Selain itu, ia juga sosok yang tak segan-segan mendermakan sebagian rezekinya untuk kegiatan syiar Islam. Ia termasuk sosok yang dermawan dan gemar memanfaatkan hartanya di jalan Allah. 

Di antara kami terjalin hubungan silaturrahim dengan baik. Kepeduliannya terhadap umat Islam cukup tinggi, khususnya berkaitan dengan pengadaan sarana masjid dan pengembangan pesantren. Seperti ketika ia membangun masjid besar yang ada di tengah-tengah pesantren di Mataram, Lombok. Tak hanya membangun masjid secara fisik, tapi ia selalu berupaya untuk memakmurkannya dengan kegiatan yang bermanfaat. 

Saya melihat ruh keislaman Bhakty sangat besar. Karenanya tak heran jika perusahaan yang dipimpinnya dikelola berdasarkan prinsip-prinsip yang islami. Untuk memotivasi semangat keislaman para karyawannya, ia seringkali mengadakan pengajian di kantornya. Selain, memberikan hadiah haji dan umrah gratis setiap tahun bagi karyawan yang berprestasi.

Saya beberapa kali diundang oleh Bhakty ke kediamannya untuk tasyakuran rumah, pengajian atau zikir. Saya juga pernah mengisi pengajian di perusahaannya. Biasanya saya banyak mengupas masalah tauhid, menghindari syirik, menghindari bid’ah, mengikuti ajaran al-Qur’an dan Hadis.

Saya melihat apa yang dilakukan Bhakty dalam berbisnis adalah upaya menciptakan keseimbangan yang proporsional antara kepentingan dunia dan akhirat. Ia sosok yang tak hanya mementingkan dunia semata, tapi lebih dari itu pandangan jauh ke depan yaitu melakukan investasi sebesar-besarnya untuk kepentingan akhiratnya.

Pesan saya buat Bhakty, agar lebih semangat lagi belajar ilmu yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis, karena keduanya adalah sumber asasi ilmu pengetahuan. Tapi, semangat saja tidak cukup, dan itu harus diiringi dengan konsistensi dalam belajar. Semoga amal ibadah yang dilakukannya menjadi amal jariyah dan diterima oleh Allah Swt. Amien.

 

Yogjakarta, 6 Juni 2006