Bhakty Kasry, Berburu Subuh Berjamaah

Senin, 22 Desember 2008 11:13:45

Republika.co.id Fri Nov 30, 2007 8:42 am

 

Suatu pagi di bulan Agustus 2002, Muhammad Bhakty Kasri ditegur oleh Pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustadz Muhammad Arifin Ilham. ''Ayahanda, Anda sudah terlalu banyak mendapat karunia dari Allah SWT. Apa alasan Ayahanda belum menjalankan shalat subuh berjamaah di masjid?''

 

Pemilik dan Komisaris Pandu Siwi Sentosa (Pandu Logistics Group) itu mulanyaterkejut mendengar teguran yang tanpa tedeng aling-aling itu. ''Tapi saya senang. Sebab, selama ini tak pernah ada ulama yang berani menegur saya dengan cara terus terang seperti itu,'' ujar pengusaha jasa pengiriman yang telah memiliki 150 cabang di seluruh Indonesia itu.

 

Peristiwa itu terjadi menjelang acara zikir akbar yang digelar di Lombok. ''Saat itu juga saya bersumpah di hadapan Ustadz Arifin Ilham dan Tuan Guru Mustafa Umar, ulama di Lombok, bahwa saya tidak akan meninggalkan shalat subuh berjamaah," tutur lelaki kelahiran Medan, 30 April 1953 itu saat berbincang dengan Republika pekan lalu di Jakarta.

 

Ustadz Arifin Ilham lalu memberikan kiat khusus agar Bhakty menjalankan shalat subuh berjamaah selama 40 hari berturut-turut di masjid atau mushala. ''Mulanya berat sekali bagi saya untuk melakukan shalat Shubuh berjamaah di masjid. Apalagi sebagai pengusaha, saya sering pulang larut malam dalam keadaan sangat

capai. Namun Alhamdulillah, akhirnya saya bisa tiap hari shalat Shubuh berjamaah di masjid. Baik ketika berada di Jakarta maupun ketika pergi ke luar kota,''

ujar lelaki yang pernah bekerja selama 10 tahun di perusahaan kurir kelas dunia, DHL World Wide Courier.

 

Untuk mengejar target shalat subuh berjamaah di 40 masjid itu, Bhakty ditemani oleh sopirnya dan tiga orang anak buahnya. ''Tiap hari kami berangkat dari rumah saya antara pukul tiga hingga pukul empat dini hari, tergantung jauh-dekat jarak

masjid tersebut,'' kata lelaki yang mempunyai latar belakang pendidikan di bidang keuangan dan perbankan itu.

 

Berburu shalat subuh itu tidak hanya dilakukan di Jakarta, melainkan juga hingga ke luar kota. ''Karena Pandu Logistics mempunyai cabang di berbagai kota, hal itu jadi makin mudah,'' papar bapak tiga anak itu.

 

Setelah memulai dengan dirinya sendiri (ibda' binafsika), suami Ellin Susemsiati itu lalu mengajak para karyawannya untuk shalat subuh berjamaah di Masjid An-Nur, Perumahan Permata Timur, Kalimalang, Jakarta Timur, yang berlokasi di samping rumahnya, tiap hari Ahad. ''Mula-mula hanya 20 orang, akhirnya sampai 300 orang. Mereka saya kasih transport dan saya sediakan sarapan pagi,'' kata

pengusaha yang membawahi sekitar 700 karyawan di Jakarta dan total sekitar 2.500 karyawan di seluruh Indonesia.

 

Setelah itu, kegiatan tersebut dibagi per wilayah. Mereka dipersilakan membuat laporan dan mengatur uang transport untuk karyawan yang shalat Shubuh berjamaah.

Selain itu, Bhakty juga menggelar kegiatan qiyamullail yang dilanjutkan shalat Shubuh berjamaah tiap bulan sekali. Semua itu masih ditambah dengan pengajian rutin dan khataman Alquran yang digelar di kantornya tiap Jumat pagi. ''Kegiatan shalat Shubuh berjamaah, qiyamullail dan khataman Alquran itu telah berlangsung

selama tiga tahun lamanya,'' ungkapnya seraya menyebutkan biaya transport yang dikeluarkannya rata-rata mencapai Rp 1 miliar per tahun.

 

Kegiatan shalat berjamaah itu diterapkan untuk seluruh waktu shalat di kantor Pandu Logistics. Tiap masuk waktu shalat, seluruh pimpinan dan karyawan langsung menghentikan aktivitas pekerjaan, lalu menuju mushalla kantor, dan melakukan shalat berjamaah. Usai shalat dilanjutkan dengan wirid, doa, dan bersalam-salaman. Dampak shalat berjamaah terhadap perusahaan positif sekali.

''Hal itu melahirkan ukhuwwah dan ketenangan bekerja, sehingga menciptakan suasana kerja yang sangat kondusif,'' tegasnya.

 

Dalam kehidupan pribadi, shalat fardhu berjamaah itu pun memberikan keberkahan luar biasa. ''Hikmah utama yang saya rasakan adalah ketenangan batin, kekhusyuan, dan selalu diberikan kemudahan. Tiap urusan selalu ada jalan keluarnya. Rezeki pun sering tidak terduga, selalu ada saja,'' paparnya.

 

Selain shalat fardhu berjamaah, amalan lain yang selalu dirutinkan oleh Bhakty adalah memperkuat sedekah, terutama kepada para karyawannya maupun orang-orang lain yang membutuhkan. Dia memberikan hadiah wisata ruhani ke beberapa negara Timur Tengah bagi karyawannya yang istiqamah menjalankan shalat shubuh berjamaah

selama satu tahun tanpa henti. Sedangkan karyawan yang menjalankan shalat shubuh berjamaah selama enam bulan berturut-turut berhak mendapatkan kredit sepeda motor. Tiap tahun ia pun memberangkatkan haji belasan karyawannya.

 

Yang tak kalah menariknya, tiap bulan Ramadhan, ia selalu membayarkan THR di awal Ramadhan, supaya karyawan bisa memanfaatkannnya dengan sebaik mungkin untuk

menyambut Ramadhan. Selain itu, ia pun memberikan uang buka puasa, uang ketupat, dan hadiah lebaran setengah bulan gaji. Total THR dan lain-lain selama Ramadhan itu hampir dua bulan gaji.

 

Kini, setelah selalu konsisten shalat fardhu berjamaah dan bersedekah, Bhakty Kasri menyimpulkan satu kata yang selalu menjadi perhiasan hidupnya, yakni ikhlas. ''Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun bisnis, saya selalu ikhlas, berbaik sangka dan menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT. Saya yakin Allah pasti menentukan hanya yang terbaik bagi kita,'' paparnya. ika



Ayo Kembali ke Masjid

Dialog Jumat

DUMAT, 18 JANUARI 2008

Ada tiga kelompok penghunisurga yang membuat malaikatmerasa cemburu, karenawajah mereka bercahaya.Pertama, mereka yang wajah-nya seperti bintang. Saat ditanyamalaikat, apakah amalan yang membuatmereka bisa seperti itu, mereka men-jawab, ‘’Ketika adzan berkumandang,kami segera wudhu dan menuju rumahAllah (masjid).’’ Kelompok kedua, wajah-nya lebih bercahaya, yakni seperti bulanpurnama. Saat ditanya, mereka men-jawab, ‘’Ketika adzan berkumandang,kami sudah berwudhu, lalu kami menujurumah Allah.’’ Kelompok ketiga wajah-nya paling bercahaya, seperti matahari.Saat ditanya, mereka menjawab, ‘’Ketikaadzan berkumandang, kami sudahberwudhu dan duduk di rumah Allah.’’Kisah di atas dikupas oleh PimpinanMajelis Az-Zikra, Ustadz MuhammadArifin Ilham saat memberikan tausiyahpada acara bertajuk ‘’Qiyamullail danMuhasabah’’ dalam rangka memperingatitahun baru Hijrah, 1 Muharram 1429 H,yang digelar oleh Pandu Logistics Group,di Masjid An-Nur, Perumahan PermataTimur, Kalimalang, Jakarta Timur. Acaraitu dilaksanakan Kamis dini hari (10/01)mulai pukul 02.00 sampai ba’da Shubuh.Kegiatan yang dihadiri sekitar 800jamaah lelaki dan perempuan, serta anakdan remaja itu diisi dengan shalatTahajjud dan shalat witir diiringi doaqunut, sahur bersama, kemudian dilan-jutkan shalat Shubuh berjamaah dantausiyah. Shalat dipimpin secarabergantian oleh Al-Hafiz UstadzHasanuddin Sinaga, MA dan Al-HafizUstadz Rofi’uddin Mahfudz, SQ (kedua-nya imam tetap Masjid Istiqlal, Jakarta).Ustadz Arifin Ilham mengajak seluruhjamaah agar selalu menjaga shalat far-dhu berjamaah di masjid. ‘’Mari kitagunakan momentum tahun baru Hijrahuntuk kembali ke masjid. Orang yangrajin ke masjid diberkahi hidupnya, ke-luarganya, rezekinya, pekerjaannya, dansegala aktivitasnya. Nabi menegaskan,‘Kalau saja umatku tahu keutamaan sha-lat berjamaah, niscaya mereka akanmendatanginya, walaupun harusmerangkak’,’’ tutur Ustadz Arifin Ilham.Komisaris Pandu Logistics Group, M.Bhakty Kasry mengatakan tahun baruHijrah berarti momentum untuk menjadilebih baik. Salah satu hal terpentingadalah istiqamah melakukan shalat ber-jamaah. ‘’Tepat sekali ajakan UstadzArifin Ilham agar umat Islam kembali kemasjid,’’ tandasnya.Bhakty Kasry menambahkan, pihaknyamenggelar qiyamullail secara rutin tiapbulan sekali di Masjid An-Nur, PermataTimur. ‘’Pesertanya tidak hanya karyawanPandu Logistics Group, melainkan jugajamaah dari Jadebotabek,’’ paparnya.




Jumat, 08 Februari 2008

Masjid An-Nur Gelar Zikir Akbar 

Masjid An-Nur, Perumahan Permata Timur, Jakarta Timur menggelar Zikir Akbar Bersama Muhammad Arifin Ilham, Ahad (27/1) pagi. Acara bertema ''Sudah Saatnya Umat Islam Kembali ke Masjid itu'' dihadiri ribuan orang. Mereka tidak hanya memadati ruangan masjid, melainkan jalan-jalan di sekitar masjid. ''Kami sengaja membuat panggung di tengah jalan, di tempat terbuka, agar acara tersebut bisa menampung jamaah sebanyak mungkin. Ruang dan halaman masjid kami siapkan khusus untuk jamaah wanita,'' kata penggagas acara, H Muhammad Bhakty Kasri.

Yang menarik, acara yang direkam dan akan ditayangkan televisi swasta itu juga menampilkan qari seorang tentara. Dia adalah Sersan II Yuska dari Bintal Jaya.

Ustadz Muhammad Arifin Islam mengajak seluruh jamaah agar kembali ke masjid. ''Sudah saatnya umat Islam kembali ke masjid. Orang yang senantiasa menjaga shalat fardhu berjamaah di masjid akan meraih berbagai keutamaan. Hal itu sekaligus juga untuk syiar Islam,'' paparnya.

Ia menambahkan, agar bisa menjaga shalat fardhu berjamaah, terutama shalat Shubuh diperlukan niat yang kuat. ''Kalau kita mempunyai niat yang kuat, selelah apa pun, tidur jam berapa pun, kita bisa bangun sebelum Shubuh, dan melakukan shalat Tahajjud maupun Shubuh berjamaah,'' kata Ustadz Arifin.

Pada kesempatan itu panitia membagikan buku Renungan Sholat Berjamaah: Saatnya Umat Islam Kembali ke Masjid kepada setiap jamaah. Percetakan buku itu disponsori oleh Pandu Logistics.