Ambisi Menembus Pasar Global

Senin, 22 Desember 2008 10:58:53

 

Majalah Stabilitas

 

Muhammad Bhakty Kasry rela melepas semua fasilitas yang dinikmatinya sebagai country sales manager DHL demi menjadi pengusaha. Dengan modal IDR50 juta, ia mendirikan perusahaan layanan ekspres dan logistik PT Pandu Siwi Sentosa (PSS).

 

Setelah 11 tahun berkarir di DHL, perusahaan penyedia layanan ekspres dan logistik global, Muhammad Bhakty Kasry memutuskan untuk mengundurkan diri. Saat itu posisinya terbilang cukup mapan yaitu sebagai country sales manager. Dengan jabatan tersebut ia menikmati beragam fasilitas dan kenikmatan materi. Namun hal tersebut belum cukup untuk mengatasi keresahan hatinya.

Menurut Bhakty, ia ingin mandiri dan bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu ia memilih menjadi pengusaha dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja baru. Akhirnya di tahun 1992, dengan modal sebesar IDR50 juta berdirilah perusahaan miliknya dengan bendera PT Pandu Siwi Sentosa (PSS), perusahaan yang awalnya bergerak di bisnis jasa kurir.

Ternyata pilihan pria kelahiran Medan tersebut tidak salah, karena kini Pandu Siwi  telah menjelma menjadi salah satu perusahaan jasa ekspres dan logistik nasional terbesar di tanah air. Memiliki kantor cabang sebanyak 155 kantor yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dan mempekerjakan lebih dari 2000 karyawan.

            Dari sisi operasional, rata-rata pengiriman barang lebih dari 40 ton per hari dengan jumlah pelanggan lebih dari 2500 pelanggan yang mayoritas merupakan korporat. Pelanggan korporat PSS antara lain Alcatel, Siemens, United Tractors, Coca Cola, Bank Indonesia, Citi Bank, BCA, Mandiri, dan Mitsubishi.

Sedangkan untuk omset, nilainya mencapai puluhan miliar. Namun pihak PSS tidak bersedia merinci secara pasti jumlahnya. “Belum go public,” ujar Managing Director PSS, Handi Syarif. Meski demikian, rata-rata tingkat pertumbuhan bisnis PSS mencapai 20% per tahun.

Memasuki usianya yang keenam belas tahun, kiprah Pandu Siwi telah diakui berbagai pihak. Hal ini ditunjukkan dengan beragam penghargaan yang diraihnya antara lain Adikarya Patrawahana Pos dari Departemen Perhubungan untuk bidang pengembangan cabang dan agen di seluruh Indonesia, dan Garuda Achievement Award dari PT Garuda Indonesia.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif tahun 2004 silam, PSS juga dipercaya sebagai mitra Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pengiriman berkas untuk Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan (P4B) serta pengiriman surat suar ke Pulau Sumatera.

Selain itu PSS juga meraih penghargaan dari lembaga sertifikat sistem mutu ISO 9001:2000 SNI 19-9001:2001 untuk manajemen pergudangan pengiriman darat, laut dan udara.

           

Dua Sisi Dari Satu Mata Uang

Kesuksesan Bhakty menjadikan PSS sebagai perusahaan papan atas tidak lepas dari manajemen yang diterapkannya. Menurut bapak dari dua putri ini, terdapat dua elemen penting di perusahaannya yaitu pelanggan dan karyawan. “Ibarat dua sisi dari sekeping mata uang,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor jasa, Bhakty menyadari pentingnya kualitas pelayanan. Untuk itu ia menetapkan kepuasan pelanggan sebagai visi perusahaan karena pelanggan loyal dianggapnya sebagai sumber kekuatan perusahaan. “Pelanggan adalah raja,” ucapnya.

Kepuasan pelanggan dapat diukur dengan ketepatan waktu pengiriman, harga yang kompetitif dan keamanan barang. Guna memenuhi hal tersebut, ia menekankan pentingnya sikap disiplin dan kejujuran kepada karyawan.

Namun begitu, ia menyadari karyawan juga manusia. Filosofinya, tidak mungkin mereka bekerja optimal jika kebutuhan primernya tidak terpenuhi. Maka, Bhakty sangat concern dalam hal kesejahteraan karyawan. Beragam fasilitas seperti perumahan, kendaraan, dan rekreasi disediakan oleh perusahaan. Bahkan secara rutin, tap tahunnya PSS memberangkatkan haji atau umrah bagi karyawan yang berprestasi. “Agar mereka termotivasi,” ucapnya.

Untuk menempa kejujuran karyawan, Bhakty melakukan pendekatan religius seperti pengajian dan solat berjamaah. Dengan menciptakan atmosfer religius, ia berharap hati karyawan dapat bersih. Dengan demikian, karyawan akan berpikir dan bertindak positif. “Kerja adalah ibadah,” ucapnya.

 

Masa-Masa Sulit

            Bhakty merasa bersyukur atas kinerja PSS selama ini. Namun ia menyadari, kesuksesan yang diraihnya sekarang tidak datang dalam sekejap. Baginya, selain pertolongan dari Allah, semua itu merupakan buah dari kesabaran dan keberanian.

            Menurut Bhakty, tiga tahun pertama operasional PSS merupakan periode tersulit yang dihadapinya. Betapa tidak, selain keterbatasan modal usaha, PSS juga minim teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, tiga orang partner kerjanya mengundurkan diri. Jadilah Bhakty seorang diri, bertahan menghidupi PSS.

            Dalam situasi sulit tersebut, Bhakty tetap memiliki keyakinan bisnis kurir dan logistik tetap prospek. Hal tersebut karena ia menguasai secara detail lika-liku bisnis logistik berkat pengalamannya selama di DHL.

            Untuk mengatasi kesulitan likuiditas yang menderanya, Bhakty menggadaikan sertifikat tanah dan rumahnya sebagai jaminan kepada pihak bank. Belum cukup sampai disitu, ia juga menjual mobil istrinya dan perhiasan mas kawin pernikahannya. “Intinya sudah habis-habisan,” ucapnya. Sayangnya, ia tidak merinci total harta yang dipertaruhkan demi kelangsungan perusahaan.

            Bhakty menyadari langkahnya tersebut cukup berisiko. Sebab jika usahanya gagal, maka semua hartanya akan ludes. Dalam menghadapi situasi sulit tersebut, terdapat dua hal yang membuat Bhakty bertahan. Pertama karena ia memiliki keyakinan bisnis kurir dan logistik tetap prospek. Hal tersebut karena ia menguasai secara detail lika-liku bisnis logistik berkat pengalamannya selama di DHL.

            Kedua karena ia yakin akan pertolongan Allah. Baginya, sesuai dengan isi salah satu ayat Alquran bahwa Allah tidak akan mencoba hamba-Nya diluar batas kemampuan sang hamba.

            Alhasil Bhakti sukses melewati masa sulit tersebut. Tahun keempat ia mulai melakukan pembenahan manajemen. Namun saat bisnisnya mulai berjalan lancar, ia menghadapi situasi sulit kembali. Kali ini bukan masalah bisnis, namun bersifat pribadi.

            Bhakty ditinggal orang-orang yang dicintainya setiap enam bulan sekali. Pertama ayahnya meninggal pada usia 64 tahun kemudian disusul ibunya. Bagi Bhakty, orangtuanya sangat berarti dalam kesuksesan hidupnya. Enam bulan kemudian, putra tercintanya, Mardhika, dalam usia 15 tahun meninggal akibat kecelakaan motor.

 

Mitra Strategis

            Meski sudah menjadi pemain utama di pasar logistik domestik namun Bhakty tidak tinggal diam. Pria yang hobi main tenis ini menyadari persaingan semakin tajam, tidak saja dengan sesama pemain lokal namun juga dengan asing .

Untuk itu, ia melakukan terobosan dengan menggandeng mitra strategis Emirates Post, sebuah BUMN pos asal Dubai, Uni Emirat Arab. Emirates Post membeli 40% saham PSS. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadikan PSS sebagai pemain logistik global.

            Menurut Bhakty, alasannya menggandeng Emirates Post karena mitranya tersebut mempunyai likuiditas dan teknologi yang memadai sebagai syarat untuk menjadi kampiun logistik global.

            Selain itu, PSS yang selama 15 tahun telah menjadi agen kargo PT Garuda, akan melebarkan kerja sama tersebut. Rencananya, PSS akan terlibat dalam PAGAR (Paket Garuda) yaitu pengiriman kargo dari Jeddah dan Mekkah. Kerja sama ini juga melibatkan perusahaan kargo dari Jeddah, Al Munif.

            Untuk mengembangkan jaringan internasional, selama ini PSS telah menjalin kerja sama dengan Geo Nankai Cargo dan International Freight Logistics Network Inc. Dengan begitu, telah tercipta networking yang luas hingga ke benua Amerika, Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Hal tersebut merupakan modal untuk menjadi kampiun logistik global.  Bhakty juga berencana menjadikan PSS sebagai perusahaan terbuka. “Go Public dua tahun lagi,” ujarnya.

 

Box

Perjalanan Karir Muhammad Bhakty Kasry

 

Bermula dari Sales

Muhammad Bhakty Kasry lahir pada di Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 30 April 1953. Ia berasal dari sebuah keluarga sederhana. Muhammad Kasry, ayahnya seorang buruh perkebunan di PTPN VI, Medan, dan Aminah sang ibu seorang ibu rumah tangga.

Bhakty  sempat menjadi cleaning service di Mabes Polri dan tenaga packaging di PT Guru.  Pada tahun 1982, Bhakty kemudian bekerja di perusahaan ekspres dan logistik DHL. Karirnya di DHL dimulai sebagai sales. Berkat kepiawaiannya dalam meyakinkan klien, hanya dalam tempo dua tahun ia dipercaya menjadi manajer pengembangan bisnis DHL.

Karir Bhakti terus melesat dengan diangkat sebagai manajer sales setahun kemudian. Cukup setahun bagi Bahkty menempati jabatan tersebut karena kemudian pria Medan ini diangkat menjadi National Major Account and Sales Development Manager pada tahun 1989. Jabatan tersebut merupakan jabatan tertinggi di bidang sales dan marketing di DHL.

Selama berkarir di perusahaan multinasional tersebut, Bhakty menunjukkan prestasi kerja gemilang. Tercatat ia tiga kali meraih penghargaan sebagai The Best Sales Performance.

Meski sudah menduduki jabatan tertinggi di bidang sales dan marketing, namun ia kemudian memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri yaitu PT Pandu Siwi Sentosa. Kini perusahaannya tersebut telah menjadi salah satu pemimpin  pasar logistik domestik. Ketika ditanya kunci sukses menjadi pengusaha, pria yang pandai bermain sepak bola ini menjawab  dua hal.  “Kerja keras dan doa,” ujarnya.