Pandu Logistics, Berbagi untuk Syiar Islam

Senin, 22 Desember 2008 10:48:10

MIKRO CHANNEL, Juli 2008

Besarnya Pandu Logistics karena doa anak-anak yatim, ulama dan diikuti dengan kerja keras. Sebagai ungkapan syukurnya, Pandu pun berbagi untuk syiar Islam. Bagaimana kisahnya?

 

Wajah Sari nampak sumringah saat bersama teman-temannya keliling Jakarta. Maklum, selama ini ia tak pernah merasakan jalan bersama dalam satu kendaraan bersama teman-temannya yang senasib, tak berbapak dan tak beribu, alias yatim piatu.

Bagi Sari, pengalaman ini adalah yang pertama kalinya. Ia bisa melihat ramainya jalanan kota Jakarta, bahkan hingga bisa shalat berjamaah di Masjid Istiqlal dan menikmati indahnya Tugu Monas, kebanggaan kota Jakarta.

”Saya senang bisa ikut dalam tour keliling Jakarta dengan teman-teman, sebab selama ini saya belum pernah ke Monas atau Istiqlal,” ungkap gadis yang masih duduk di bangku sekolah SMP kelas dua ini.

Menurutnya, selain menikmati perjalanan keliling Jakarta ini, ia juga bisa berkenalan dengan teman-teman lainnya. ”Saya bisa menambah teman,” paparnya.

Begitulah sekelumit kebahagiaan salah seorang anak yatim yang ikut dalam tour ini. Masih banyak peserta lain yang juga merasakan hal sama sebagaimana yang Sari rasakan.

Pagi itu, sekitar 200 anak yatim piatu berkumpul di Masjid An-Nuur, di perumahan Permata Timur, Jakarta Timur. Anak-anak nampak bersiap siap memasuki tiga bus ber-AC yang akan keliling ke tempat bersejarah, Masjid Istiqlal dan Tugu Monas.

Perjalanan bertajuk ”Tour Ibadah Anak Yatim Piatu” ini sengaja digelar Pandu Logistics sebagai salah satu program dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan terhadap anak-anak yatim piatu.

Menurut Pimpinan Pandu Logistics, Dr HM Bhakty Kasry, kegiatan santunan ini rutin digelar setiap dua bulan sekali, dengan acara yang berbeda-beda. Menurutnya, dalam Islam, anak yatim piatu memiliki kedudukan tersendiri. Mereka mendapat perhatian khusus dari Rasulullah SAW. Hal ini untuk menjaga kelangsungan hidupnya agar jangan sampai terlantar.

Bahkan Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang gemar menyantuni anak yatim, sebagaimana sabda Nabi, "Barang siapa yang menanggung makan dan minum (memelihara)

anak yatim dari orang Islam, sampai Allah SWT mencukupkan dia, maka Allah mengharuskan ia masuk surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak terampunkan" (H.R. Turmudzi).

CSR Pandu Logistics ini diadakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap anak-anak yatim piatu. Untuk jangka panjang, bapak tiga anak ini ingin agar anak-anak tersebut bisa menikmati hidup secara no

rmal layaknya masyarakat lainnya. Kepedulian yang diwujudkan dalam bentuk santunan ini juga melibatkan puluhan yayasan yatim piatu di sekitar perusahaan. Setiap bulan sekali, perusahaan memberikan dana kepada yayasan agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan anak asuhnya, yakni anak yatim piatu.

CSR Pandu Logistics tak hanya untuk anak-anak yatim, perusahaan juga memberikan bantuan kepada beberapa lembaga pendidikan, misalnya pesantren Al-Aziziyah yang ada di Mataram, Lombok, sekolah Islam Al-Qudwah di Depok, dan beberapa pesantren di Jawa.  

Untuk pesantren Al-Aziziyah, pesantren yang memiliki sekitar 1.500 santri ini, perusahaan berkiprah dalam realisasi pembangunan masjid tiga lantai. Dari masjid ini, diharapkan semua aktivitas pendidikan dan pengajaran bermuara, khususnya pembinaan mental dan spiritual jamaahnya.

Masjid megah ini menghabiskan dana sekitar Rp 3 milyar, dibangun sejak tahun 2001. “Alhamdulillah, masjid itu sudah selesai dan kegiatan masjidnya sangat makmur dipenuhi oleh santri-santri,” ungkapnya. 

Menurut lelaki kelahiran Medan 30 April 1953 ini, masjid adalah rumah Allah yang harus diisi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat bagi jamaah. Masjid pula sebagai tempat pertama Nabi Muhammad membangun peradaban Islam. Lebih luas dipahami, masjid adalah sentra perubahan sosial masyarakat. Karenanya, masjid hendaknya dipakai untuk berbagai kegiatan keumatan, tidak saja ibadah ritual, melainkan juga ibadah sosial dan pemberdayaan umat, dari segala sisi kehidupannya.    

Selain di Mataram, Pandu Logistics juga membangun Masjid An-Nuur di Permata Timur, Jakarta Timur. Masjid yang lokasinya bersebelahan dengan kediaman Bhakty ini cukup ramai dengan kegiatan. Di antaranya adalah shalat lima waktu berjamaah, shalat malam setiap pekan sekali, pengajian, penyediaan ambulan gratis, dan taman pendidikan al-Qur’an (TPA).

Untuk TPA, diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain mereka bisa memanfaatkan untuk belajar al-Qur’an, mereka diharapkan mengasah potensi dirinya secara benar dan terdidik, “Anak-anak gratis belajar di sini, dan para gurunya akan kami tanggung semua,” tuturnya.

Perhatian suami dari Hj Ellin Susemsiati ini terhadap pendidikan Islam cukup tinggi, berangkat dari satu keprihatinan yang mendalam ketika menyaksikan banyak anak kaum dhuafa yang tidak mempunyai kesempatan menikmati pendidikan karena tidak adanya dana untuk membayar administrasi pendidikan, padahal mereka memiliki potensi intelektual yang bagus.

Yang lebih tragis lagi, anak-anak itu banyak yang menghabiskan hari-harinya di jalanan sebagai pengamen, selain terpaksa harus membantu orangtuanya mencari uang. Kenyataan pahit ini membangkitkan Pandu Logistics untuk turut memberdayakan anak-anak kaum dhuafa ini. Maka, melalui hasil perusahaan, ia sisihkan sebagian penghasilannya untuk memberdayakan anak yatim dan kurang mampu, pengembangan pendidikan dan pembangunan masjid.        

Kepedulian Pandu Logistics terhadap pendidikan juga terlihat dari keterlibatannya di beberapa lembaga pendidikan Islam seperti di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Qudwah di Depok. Menurutnya, profesionalisme menjadi kata kunci ketika lembaga-lembaga Islam menginginkan kemajuan dan bisa bersaing secara kompetitif dengan lembaga lain.   

Di Depok, Bhakty ikut andil dalam pendirian SDIT Al-Qudwah. Di mana manajemen yang diterapkan disesuaikan dengan pola manajemen islami. Bhakty berharap SDIT ini bisa menjadi sekolah unggulan dan mampu menerapkan manajemen islami secara total, sehingga nantinya nilai-nilai Islam mampu membingkai seluruh aktivitas sekolah dalam berbagai ragamnya, dan out put yang dihasilkan menjadi sosok muslim yang beriman sempurna dan memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, meski masih dasar-dasarnya. 

 

Berbagi itu Indah

Khoirunnas anfa'uhum linnas”. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Makna filosofis hadis di atas secara mendalam melandasi segala gempita aktivitas Pandu Logistics.

Misi usaha yang dikelolanya memang tidak hanya berorientasi pada profit semata, tapi ada tujuan lain yang lebih mulia yakni misi ibadah kepada Allah. Aktivitas yang ia lakukan senantiasa berangkat dan bermuara pada misi ibadah, entah itu ketika bekerja, belajar, dan beraktivitas lainnya.

“Karena itu sebagian harta yang kami dapatkan dari hasil usaha ini akan aku belanjakan di jalan Allah. Meskipun belum maksimal namun usaha ke sana terus akan aku lakukan,” ungkapnya.

Bhakty mengaku, dengan memadukan dua misi bisnis dan ibadah itu, perusahaannya bisa bertahan dari hantaman krisis yang melanda Indonesia sejak tahun 1998. Bukan kehancuran yang melanda perusahaan Bhakty, melainkan perkembangan yang cukup pesat serta kemampuannya bersaing dengan bisnis yang sejenis secara kompetitif.

Karenanya, tak heran jika ke depan, Bhakty bercita-cita untuk mendesain perusahaannya sebagai perusahaan lokal yang menggelobal. Hal ini mulai terwujud dengan hadirnya Emirates Post sebagai mitra bisnisnya. ”Kita akan menjadi perusahaan besar yang profesional dan siap berkompetisi dengan perusahaan besar lainnya,” tegasnya.