Tour Rusia Plus Uzbekistan

Minggu, 19 Oktober 2014 23:36:08

Perjalanan ke Eropa tepatnya di Uzbekistan plus Rusia menambah daftar panjang traveling pemilik Pandu Logistics, Dr HM Bhakty Kasry. Bersama lima orang lainnya, seperti Ricky Irawan, Aziz Ramli, Sarminah, Adhi NS dan Siti DS. Keenamnya menikmati indahnya ciptaan Allah di negeri bekas komunis ini sejak tanggal 16-23 Mei 2012.

Perjalanan mendarat dari Indonesia ke Bandara Tashkent. Perjalanan pertama menikmati sejarah makam Imam Bukhori yang terletak di Samarkhand. Seorang ulama ahli hadis yang sudah tidak asing bagi umat Islam. Ia ulaam yang hafal al-Qur’an dan hafal 15 ribu hadis.

Seperti biasa, perjalanan Pak Bhakty selalu mengagendakan ke beberapa masjid untuk menjalankan shalat berjamaah. Diantara masjid yang dikunjungi adalah Masjid Saint Petersburg, masjid yang berhasil dihidupkan oleh Presiden Soekarno saat berkunjung ke Rusia waktu itu.

Setelah mengambil beberapa gambar dan menikmati kebesaran bangunan sejarah Masjid ini, rombongan menuju ke Moscow melalui jalur kereta cepat selama tiga jam, menuju St Petersbug. Selama di Moscow rombongan menikmati perkotaan yang banyak dihiasi bangunan tua namun indah dan kokoh. Seperti St. Basil’s Cathedral, St Peters Square dan Main (former State) Department Store.

 

Singgah di Masjid Saint Petersburg

Rusia, di bawah rezim komunis Uni Soviet membabat habis kehidupan beragama. Semua tempat ibadah seperti masjid, gereja, sinagog ditutup untuk kegiatan ibadah. Sebagian bangungan dialih fungsikan untuk berbagai keperluan rezim berkuasa. Sedang sebagian lagi dibiarkan lapuk tak terawat. Keadaan itu terjadi pada masjid di Saint Petersburg yang sejak 1940 hingga 1956 diubah menjadi gudang.

Saint Petersburg adalah ibukota Rusia ketika masih berbentuk kekaisaran. Saint Peterburg disebut sebut sebagai kota terindah di Eropa, dengan gedung-gedung berarsitektur menawan dan lanskap kota yang luar biasa. Salah satu bangunan indah di antara deretan arsitektur kota tersebut adalah bangunan masjidnya.

Masjid Saint Petersburg berlokasi di pusat kota Saint Petersburg, di lokasi simbolis, berseberangan dengan Benteng Peter dan Paul di pusat kota Saint Petersburg, Rusia. Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1913 di pusat kota Saint Petersburg.

Rencana pembangunan masjid Saint Petersburg sendiri sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880. Namun izin pendirian masjid baru keluar di tahun 1906.

Kala itu, Soekarno sedang menikmati indahnya kota St. Petersburg yang didirikan oleh Peter the Great pada abad 17. Ia melihat bangunan masjid yang tak berfungsi, namun karena tidak ada dalam protokoler akhirnya tidak bisa ke masjid.

Dalam sebuah acara jamuan makan, Presiden melontarkan permintaan agar mengembalikan fungsi masjid. Permintaan Soekarno itu seperti mustahil dikabulkan oleh presiden Uni Soviet yang tegas menerapkan Marxisme dalam bernegara. Tapi anehnya, 10 hari setelah kepulangan RI Presiden Soekarno ke Indonesia, secara mengejutkan keluar perintah resmi dari Kremlin untuk memfungsikan kembali Masjid Saint Petersburg dan bahkan mengembalikan masjid itu kepada kaum muslimin tanpa syarat apa pun.

Kado dari Presiden Soekarno itu sangat mengejutkan umat Islam Saint Petersburg, dan sejarah inilah yang kemudian menjadi sebuah kenangan manis yang abadi bagi Muslim Saint Petersburg hingga saat ini.