Pengajian Pandu tentang Syiah

Jum`at, 7 Maret 2014 10:57:46

Gerakan kelompok Syiah kian massif berkembang di penjuru dunia. Keberadaan mereka bukan lagi masalah keyakinan aqidah, bahkan sampai pada ambisi mendirikan negara berdasar faham Syiah. Sebagaimana terjadi di beberapa negara Timur Tengah. Jika gerakan ini masuk ke Indonesia, maka kita harus waspada!

Pengajian bulanan di Kantor Pandu Logistics yang digelar pada Kamis, 20 Februari 2014 atau 20 Rabiutsani 1435  disampaikan oleh Ustadz H Fahmi Salim, Lc, MA dengan mengambil tema “Sikap dan Respon Ulama Indonesia terhadap Syiah Rafidhah”.

Indonesia dengan penduduk mayoritas Islam, sebagian besar adalah pengikut Islam Sunni. Sementara kelompok Syiah sangat kecil keberadaannya, namun demikian jika gerakan Syiah ini dibiarkan akan menjadi pemecah belah keberadaan NKRI ini. padahal NKRI adalah harga mati bagi bangsa Indonesia.

Menurut Ustadz Fahmi yang juga Wakil Sekretaris Komisi Litbang MUI Pusat, Islam adalah agama yang dijaga oleh Allah melalui hamba-hamba-Nya yang taat. Jika ada seseorang yang mencoba mengubah ajaran Islam dan menyimpang maka akan ada orang-orang yang meluruskannya atas penyimpangan itu. 

Saat ini, seiring dengan gencarnya budaya liberalisasi di segala bidang menyebabkan banyak faham keagamaan ang menyimpang, ada seperti Ahmadiyah, Islam liberal, Islam moderat, bahkan Islam berlabel Syiah.

Ustadz Fahmi menjelaskan di depan karyawan Pandu Logistics, banyak kelompok yang mengaku sebagai penganut Islam namun ajarannya menyimpang, salah satunya adalah kelompok Syiah. Kelompok ini bahkan dengan berani mengadakan acara besar di beberapa kota sebagai pengikut Syiah.

Pada Agustus 2013 lalu, MUI telah mengeluarkan buku panduan tentang sesatnya Syiah. Buku ini sebagai jawaban atas banyaknya laporan dari masyarakat tentang keberadaan Syiah di Indonesia.

Melalui buku ini, menurut Ustadz Fahmi agar masyarakat semakin teredukasi secara benar tentang faham Syiah yang menyimpang. Penyebaran Syiah di negeri ini harus dicegah sebelum berlarut-larut, karena ini menyangkut keyakinan yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. 

Selain itu juga ada sikap kelompok Syiah terhadap sahabat Nabi yang dianggapnya kafir kecuali tiga orang, yaitu Abi Zhar, Al-Miqdad dan Salman Al-Farisi. Selain ketiga itu, seluruh sahaba Nabi adalah murtad.

Doktrin lainnya yang tak kalah jahatnya adalah doktrin taqiyah, yaitu berbohong untuk menutupi ajaran Syiah. Dengan taqiyah ini, kelompok Syiah ikut nimbrung bersama umat Islam lainnya, meski sebenarnya mereka mengingkarinya.