Menjaga Shalat Khusyuk

Jum`at, 30 Desember 2011 10:36:29

Dzikir mengundang perhatian para malaikat, orang yang senang berdzikir hatinya akan merasa tenang karena kepasraahan diri kepada Allah semata. Dan salah satu bentuk dzikiri itu adalah shalat.

Untuk mencapai dzikir atau shalat yang khusyuk tentunya membutuhkan cara dan kiat-kiat, karena jika tidak tahu ilmunya maka untuk mencapai shalat yang khusyuk akan sulit tercapai.

Dalam pengajian bulanan yang dibawakan oleh Ustadz HM Arifin Ilham di Masjid An-Nuur pada 24 Desember 2011 lalu. Pengajian yang rutin digelar ini juga disaksikan oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia melalui video streaming yang ada di website www.salingsapa.com.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Arifin menjelaskan seputar shalat khusyuk. Ada beberapa hal yang menyebabkan shalat seseorang tidak khusyuk, yaitu karena seseorang yang shalat atau menghadap Allah kurang mengenal Allah dan sifat-sifat Allah. Selama ini mungkin masih sebatas mengenal Tuhan sedangkan sifat-sifat yang dimiliki Allah kurang dipahami.

Ustadz Arifin menambahkan, kalau belajar di dunia pesantren, mengenal sifat Allah adalah bab pertama yang harus diajarkan kepada santri. Sebab dengan mengenal dengan baik, maka rasa cinta akan muncul. ”Jika seseorang dekat dengan Allah, maka jin atau setan tidak akan bisa mengganggu,” terangnya.

Selanjutnya mengapa seseorang tidak khusyuk dalam shalat, dikarenakan belum paham dengan apa yang mereka baca. Jika memahami makna dari apa yang diucapkan dalam shalat pasti akan khusyuk dalam shalat. Karenanya seseorang tidak boleh shalat jika dalam keadaan mabuk. "...Janganlah kalian menegakkan sholat, sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalian benar benar faham apa apa yang kalian baca dalam sholat kalian" (QS 4:43).

“Maka jadilah "sukaaro" sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, "alkusaala" malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesainya,” tuturnya.

Ketika shalat sebenarnya kita sedang berdialog dengan Allah, inilah yang sering tidak kita pahami sehingga shalat menjadi tidak khusyuk. “Coba perhatikan ketika adzan, panggilan waktu menghadapNya, yg dipanggil yang bersyahadat, yang tidak beriman tidak dipanggil,” tegasnya.

Rasulullah telah mengingatkan kita, bahwa yang membedakan kita dengan orang kafir adalah shalat, maka siapa dengan sengaja meninggalkan shalat maka sungguh ia sudah berperangai seperti orang kafir.