Melangkah Menuju Jasa Kurir Syariah

Senin, 7 Maret 2011 17:55:23

DR. HM Bhakty Kasry

Melangkah Menuju Jasa Kurir Syariah

 

Barangkali tidak ada yang menyangka bila Pandu Logistics yang kini memiliki sumber daya profesional sebanyak 1.100 tenaga kerja, fasilitas gedung kantor yang besar, ruang gudang lebih dari 5000 m2 dan kendaraan operasional lebih dari 500 unit, bermula dari sebuah usaha jasa kurir rumahan tanpa di back up perusahaan dengan kapital besar.

 Pandu Logistics merupakan merek dagang perusahaaan Pandu Siwi Group dan saat ini merupakan perusahaan jasa kurir nasional terbesar di Indonesia. PT. Pandu Siwi Sentosa sebagai pendiri Pandu Logistics, kini telah membuka beberapa anak perusahaan yaitu Pandu Bella Transindo yang memiliki lini bisnis transportasi darat laut domestik dan relokasi dan PT. Indah Jaya Express, yang memiliki lini bisnis angkutan udara laut internasional.. PT. Pandu Bella Transindo kemudian berubah menjadi PT. Tritama Bella Transindo pada tahun 2006.

Keberhasilan-keberhasilan itu menempatkan Pandu Logistics menjadi Indonesia Domestic Express Service Provider of The Year 2009 menurut sebuah lembaga riset independent global Frost & Sullivan. Frost & Sullivan yang mempunyai kantor di 35 negara. Juga menjadi Garuda The Best Five - Domestics Agen menurut Garuda Indonesia.

 Kesemua itu ini tidak lepas dari manajemen syariah yang diterapkan pendirinya sekaligus CEO & Chairman Pandu Siwi Group, DR. HM Bhakty Kasry.  Pria kelahiran Medan, 30 April 1953 ini mampu membangun perusahaan dari zero menjadi hero. Olahan tangan dingin ini demikian menginspirasi. Menurutnya, kerja keras untuk membangun sebuah keberhasilan tidaklah cukup. Soal kerja keras semua orang telah bekerja keras dari pagi sampai malam, tapi keberhasilan berlangsung hanya karena ridho Allah. Karena itu, mendapat ridlo Allah lah yang harus kita kita upayakan dengan maksimal. Ditemui di tempat kerjanya, Bhakty Kasry menuturkan kiat pengalamannya dalam membangun perusahaan menjadi hero. Demikian petikannya:

Bisa dijelaskan profil singkat Pandu Logistics?

Pandu umurnya masuk ke 18 tahun. Lahir awal dari zero dan untuk pertama kalinya belum pernah berpengalaman,  jadi ya bener-bener bayi dan belum memiliki cabang. Pegawai saat itu baru 8-10 orang, Tempat di Kelapa Gading.

Pada saat itu, development people, cari customer dan cari duwit semua menjadi satu.  Gulung koming kita. Kepala jadi kaki kaki jadi kepala. Selective people pada saat itu sulit. Karyawan kita titipan orang yang banyak. Namanya learning by doing,  itu luar biasanya. One man show itu benar-benar terjadi di 5 tahun pertama. Mana ngurusi cabang, complaint, training, apa yang saya dapat dari DHL saya training-kan. Saya undang pula trainer dari luar. Keuangan sangat ngepas dan cenderung kurang.

 

Alhamdulillah karena kerja keras semua tim dan doa juga dan doa orang tua sudah jelas, kini menjadi tumbuh seperti sekarang.  Kalau dilihat dari perjalanannya, semua orang sadarlah dan tahu pasti, bila baru lahir pasti tertatih-tatih merangkak.  Urutannya, umumnya seperti itu. Kita tumbuh bukan dari kelompok besar juga bukan karena adanya grup lain.

 

Dimana posisi perusahaan Bapak saat ini?

Kita memang dari lahir fokus di domestik kurir. Kurir yang paket ekspres, terus berkembang sampai sekarang ini menjadi logistics provider. Kita sudah total solution, total services dari mulai customer hingga warehouse-nya. Pokoknya integretedlah di logistik. Kalau di dunia logistik atau kurir ekspress, kita saat ini di posisis satu dua. Tapi kita kini lebih condong ke corporate. Dilihat dari statistik lembaga survey, dan aktivitas kita di airport menurut PT. Angkasa Pura II, kita di posisi satu – dua itu.

 

Citra apa yang Bapak harapkan ketika orang mendengar Pandu Logistics?

Ketika dari pertama saat masih internal dulu, kita atur etos kerja silaturahmi yang kuat diantara kita. Dalam perjalanannya 5 tahun pertama hingga 10 tahun sekarang, condong sepertinya kita ke arah madani. Kita tekankan baik di internal kita atau juga karyawan kita, agar deketlah kita ke ibadah. Niatkan bekerja untuk ibadah dan bukan ibadah untuk bekerja. Karena suasananya beda. Kita tutup aurot. Tidak merokok sehingga aktifitas agama kita tinggi sekali. Ini kita tularkan juga ke seluruh cabang-cabang di Indonesia. Kita punya warna corak sendiri. Jadi kompetitor kita tahu Pandu itu punya ciri khas agamis atau madani atau deket-deket syariah. Tapi kita bilang sih madani-lah.

 

Apa produk utama di perusahaan Bapak?

Produk utama kita, yang pertama adalah ekspres domestik 1 malam. Kiriman semi servise hari yang sama. General Cargo. Warehousing beserta inventorinya serta Shipping Product. Unggulan kita ada di ekspres udara dan logistik.

 Apa keunggulan dibanding kompetitor lain?

Saya punya strength agak unik, dan itu valuenya tinggi. Saya sangat menguasai secara lebih baik  dari lainnya untuk market share saya pada delivery barang-barang dokumen paket, ke site project ke pertambangan sampai plant site. Kita berani karena kita pakarnya. Dan itu dijamin mutu. Bahkan sampai wilayah di Nusa Tenggara, Batu Licin, Makajang dan Tanjung Redep.

 

Di Kalimantan, strength saya meliputi industri batubara, gas, colt mining, minyak juga kelapa sawit dan kayu. Kita mampu men-delivery sampai ketempat, karena kita menguasai pengiriman spare part alat-alat berat, terutama Komatsu, Hitomo dan Hitachi. Semua kita kirim sampai ke site project.

 

Bisa diceritakan sekilas perjalanan karir Bapak?

Saya berasal dari Medan. Saya orang Jawa Deli. Pujakesuma. Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Saya pernah belajar di SMP Medan dan tamat tahun 1972. Setelah itu saya merantau fi sabillillah dengan modal nekat. Kesini merantau adu nasib. Terus sampai kuliah, sambil main bola. Kerja ya serabutan. Akhirnya mentok di perusahaan Mitsubhisi. Kelihatannya saya cocok di bidang marketing di penjualan. Bakat saya berkembang di Mitsubhisi. Karena itu bola saya tinggali, karena prestasinya tanggung. Saya di Indonesia Muda waktu itu. Saya bekerja Mitsubishi selama 5 tahun. Kemudian saya diterima di DHL. Di DHL saya tumbuh. Dari selesman dasar ke manager hingga country manager. Pengalaman matang saya di DHL. Karena DHL itu, saya pede untuk tempur. Tapi modal saya tahu doang. Tapi nomboking duit tidak punya. Saya 11 tahun di DHL.

 

Bagaimana perjalanan Bapak mengenal ibu?

Sebelum saya mengenal ibu, perusahaan DHL tempat saya bekerja, pecah kongsi. Sekarang menjadi Biro Tika Semesta. Pada saat pecah kongsi itu mereka membeli mobil. Orang DHL membelinya langsung ke pabrik. Pada saat itu, ibu bekerja di pabrik Mitsubhisi. Aku lalu dikasih tahu saat aku kerja. Sempat dibuang itu alamatnya. Setelah dapet lagi, aku kejar. Tawari alamat. Modal selesman kan harus berani. Karena mau beli mobil, orangnya palah dibeli.

 

Bagaimana penerapan pola kerja di tempat Bapak?

Ya, saya memang bersukur dan berterima kasih. Tidak lupa kulit sama kacangnya. DHL-lah yang mendidik saya. DHL-lah yang saya timba ilmu. Ilmu DHL baik itu ilmu marketing hingga sistem administrasinya, saya copy semua. Saya tekankan lagi ini jasa. Karena itu harus mengutamakan customer sensitive dan customer share action. Kita tegakkan disiplin yang tinggi dan saya didik keras mereka. Karena perusahaan masih baru jadi traininngnya sambil berjalan.

 

Sistem manajemen seperti apa yang Bapak terapkan sehingga mampu membuat perusahaan tumbuh sebesar ini?

Ya saya juga bingung. Sebagai orang yang cerdas, saya tahu ini kehendak Allah. Soal kerja keras, semua orang telah bekerja keras dari pagi sampai malam, tapi keberhasilan berlangsung hanya karena ridho Allah. Karena itu kepedulian lingkungan terus saya jalani. CSR saya banyak. Itu yang saya energikan agar kekuatan Allah terus memback up perjalanan Pandu ini. Saya langitan. Karena memang tak terduga. Namun saya yakin rejeki akan datang. Saya ingin konsep madani baik bagi perusahaan maupun pribadi dapat dijalankan. Terus deket dengan ulama, sholat berjemaah ke masjid, baca Alquran. Semua saya dulu yang mempeloporinya, saya dulu yang mengerjakannya. Aku dulu pasang badan. Sampai sekarang. Alhamdullillah seperti itu.

 

Apa kiat sukses Bapak dalam mengembangkan perusahaan?

Selalu bertemu ulama. Minimal segala aktifitas ini akan deket dengan Allah. Sholat kita akan tumbuh dan berkah. Juga sunah-sunah rasul dikerjakan. Kunci rezeki di dluha dan tahajud, maka jalani. Dan yang utama, berbakti kepada orang tua, serta berbagi rasa ke lingkungan.

 

Seperti apa berbakti ke orang tua itu?

Saya dulu bukan sekolah di agama. Tapi diantara 10 orang saudara, saya paling care sama ibu dalam istilahnya supporting material. Tanggung jawab kita-lah beliau. Pensiunan dengan anak 10, keluarga saya sangat pas-pasan. Saya yang agak lumayan. Sebelum berhasil, saya juga nge-backup orang tua. Orang tua tinggal sama saya. Belum punya anak udah ada kakak ada ponakan ada orang tua. Hingga pernah orang tua kasihan juga sama saya. Beliau sempet kerja lagi. Namun akhirnya saya tarik lagi karena memang sudah pasang badan. Sebenarnya terlalu simpel kalau ku bilang. Aku support keuangan, aku support seluruh aktifitas semuanya. Saya minta kakak hanya menemeni saja.

 

Apakah dengan penerimaan Ibu di rumah, istri Bapak bisa menerima?

Alhamdulillah istri cukup welcome. Walaupun dia juga mendapat banyak kritikan dari lingkungan keluarga. Baru menikah saja Bhakty bawa mertua dan keponakan. Tapi saya terus bersukur karena ia tetep menerima. Sebenarnya sebagai perempuan, ia juga istilahnya agak-agak khawatir. Tapi aku keukeuh terus sampai sekarang. Sampai aku tanya berkali-kali. Kalau aku nyumbang atau berbagi rasa, apa asetmu berkurang. Tidak. Bertambah iya. Sekarang ia tidak peduli, bila aku nyumbang berapa. Untuk awal-awalnya akan wajar bila khawatir. Karena itu jadi orang laki-laki harus yang keukeuh. Keukeuh disini untuk kebaikan dan bukan untuk hal keburukan. Sumbangsih kiri kanan harus dari kita sendiri dari usaha kita. Karena itu kita harus pandai-pandai memiliki penghasilan diluar yang kita berikan untuk hak istri dan anak. Sebab infaq dan shodaqoh itu besar faedahnya, itu uang Allah yang dipinjemkan ke kita. *Irawan

 

 

 

BOX1

 

Bekerja keras untuk membangun sebuah keberhasilan tidaklah cukup. Soal kerja keras semua orang telah bekerja keras dari pagi sampai malam, tapi keberhasilan berlangsung hanya karena ridho Allah. Karena itu, mendapat ridlo Allah lah yang harus kita kita upayakan dengan maksimal.