Muhasabah Yang Menyentuh Hati

Rabu, 3 Maret 2010 15:48:17


Memeriahkan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, pengurus DKM Masjid An-Nuur Permata Timur menggelar malam tahajud bersama. Kegiatan bulanan di masjid ini selalu menarik para pecinta masjid untuk ikut menghidupkan malam dengan berdoa.

Shalat malam yang dihadiri sekitar 200 an jamaah, datang dari berbagai daerah di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Kegiatan ini diselenggarakan setiap Ahad dini hari, atau pukul 02.30 WIB.

Pelaksanaan shalat tahajud bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Ustadz Hasanudin Sinaga ini menghadirkan penceramah mudah Ustads Fikri At-Thoriq. Dengan pakaian hitam dan surban warna hitam menguraikan tausiyahnya seputar manusia agung, Muhammad SAW.

Dalam ceramahnya, ustadz menyampaikan bahwa Muhammad hadir bukan tanpa sebab melainkan menjalankan visi ketuhanan, salah satunya membenahi akhlak keburukan kaum saat itu menjadi akhlak mulia.

Muhammad salah seorang yang paling suci di dunia ini, namanya selalu disebut setiap hari oleh jutaan umat Islam. Dialah satu-satunya manusia yang banyak disebut manusia hingga saat ini.

Untuk masuk ke hati Rasulullah, menurut ustadz hati haru

 

s dalam kondisi bersih. Kemudian mengikuti apa yang menjadi sunnah Nabi dalam praktik kehidupan sehari-hari.

 

Sebelum menutup tausiyahnya, ustadz mengajak para jam

 

aah bermuhasabah bersama. Alhasil, banyak dari para jamaah ya

 

ng terisak menangis saa

 

t muhasabah. Lantunan kata-kata yang diucapkan ustadz berhasil membawa hati sebagian besar jamaah tersentuh dan menangis.

Namun

 

sayang, moment muhasabah itu terbatasi dengan tibanya waktu Shubuh. Akhirnya ustadz menutup muhasabah dan bersama seluruh jamaah menjalankan ibadah shalat Shubuh berjamaah.