Berbagi itu Indah

Sabtu, 28 November 2009 14:27:48

Khoirunnas anfa'uhum linnas”. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Makna filosofis hadis di atas secara mendalam melandasi segala gempita aktivitas pemilik Pandu Logistics, Dr HM Bhakty Kasry.

Misi usaha yang dikelolanya memang tidak hanya berorientasi pada profit semata, tapi ada tujuan lain yang lebih mulia yakni misi ibadah kepada Allah. Aktivitas yang ia lakukan senantiasa berangkat dan bermuara pada misi ibadah, entah itu ketika bekerja, belajar, dan beraktivitas lainnya.

“Karena itu sebagian harta yang kami dapatkan dari hasil usaha ini akan aku belanjakan di jalan Allah. Meskipun belum maksimal namun usaha ke sana terus akan aku lakukan,” ungkapnya.

Bhakty mengaku, dengan memadukan dua misi bisnis dan ibadah itu, perusahaannya bisa bertahan dari hantaman krisis yang melanda Indonesia sejak tahun 1998. Bukan kehancuran yang melanda perusahaan Bhakty, melainkan perkembangan yang cukup pesat serta kemampuannya bersaing dengan bisnis yang sejenis secara kompetitif.

Sosok tiga anak ini juga gemar dekat dengan ulama, baginya, ketika dekat dengan ulama batin merasa tenang, karena mereka dekat dengan Allah. Kekayaan yang ada saat ini sebagian juga disisihkan untuk kegiatan sosial. Terutama menyantuni anak yati, pembangunan masjid, menghajikan karyawan, pembangunan pendidikan, dan lain sebagainya. 

Setiap bulan sekali, perusahaan yang ia kelola memberikan dana kepada yayasan-yayasan agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan anak asuhnya, yakni anak yatim piatu.

Selain anak yatim, Bhakty juga senang membangun pendidikan, di antaranya pesantren Al-Aziziyah di Mataram, sekolah Islam Al-Qudwah di Depok, dan beberapa pesantren di Jawa. 

Untuk pesantren Al-Aziziyah, pesantren yang memiliki sekitar 1.500 santri ini, perusahaan berkiprah dalam realisasi pembangunan masjid tiga lantai. Dari masjid ini, diharapkan semua aktivitas pendidikan dan pengajaran bermuara, khususnya pembinaan mental dan spiritual jamaahnya.

Masjid megah ini menghabiskan dana sekitar Rp 3 milyar, dibangun sejak tahun 2001. “Alhamdulillah, masjid itu sudah selesai dan kegiatan masjidnya sangat makmur dipenuhi oleh santri-santri,” ungkap ppria kelahiran Medan 30 April 1953. 

Selain itu, Bhakty juga membangun Masjid An-Nuur di Permata Timur, Jakarta Timur. Masjid yang lokasinya bersebelahan dengan kediaman Bhakty ini cukup ramai dengan kegiatan. Di antaranya adalah shalat lima waktu berjamaah, shalat malam berjamaah setiap bulan sekali, pengajian, penyediaan ambulan gratis, dan taman pendidikan al-Qur’an (TPA).