Siap Bersaing dengan Asing

Kamis, 22 Januari 2009 15:17:22



      Logistik asing tumbuh subur di Indonesia. Agar bersaing Perusahaan logistic domestic harus melakukan sinergi bisnis dengan asing yang telah memiliki  networking dunia, yang didukung dengan kekuatan uang teknologi. Bisakah?
      Sebagai  negara kepulauan dengan kondisi geografisnya yang sangat luas, Indonesia menjadi sebuah negara yang memiliki potensi pasar yang besar dalam bidang jasa pengiriman. Tak salah pelaku bisnis di sector ini pun tumbuh subur. Baik  pelaku bisnis domestic  maupun asing, seperti: DHL, TNT, FedEx, UPS, dan sebagainya.
       Hal tersebut diakui  pendiri dan pemilik Pandu Siwi Group (Pandu Logistic)-Muhammad Bhakty Kasry. Menurutnya, sebagai negara besar dan kepulauan, jasa logistic atau distribution corporate sangat dibutuhkan di Indonesia. Bahkan peran  distribution; arus barang, dokumen, paket di seantero nusantara, menjadikan sektor ini sebagai salah satu penyumbang kebutuhan ekonomi Indonesia.
      Hanya saja, walaupun memiliki prospek yang menjanjikan, bisnis jasa pengiriman saat ini, kata Bhakty masih menghadapi ragam kendala. Terutama yang berhubungan dengan ketersediaan infrastruktur, baik di lapangan penerbangan, transportasi darat, maupun sistim pelayanan di daerah. Di transportasi darat masih ditemui infrasturktur jalan yang rusak, akses penyeberangan kurang lancar, bahkan pungutan-pungatan liar yang masih tumbuh dengan subur.
       “Ya, fasilitas infrastuktur di Indonesia masih banyak yang harus dibenahi. Kemudian regulasi-regulasi yang ada, harus ada yang mendukung bisnis ini, sehingga mampu menghasilkan bisnis yang signifikan,” ujar CEO yang memadukan bisnis dan dakwah, ini.
      Satu kendala lagi yang masih menjadi tantangan jelas Bhakty ialah; seputar birokrasi. Di mana, mayoritas bisnis Indonesia, untuk penerbangan-penerbangan ke wilayah-wilayah utama di Indonesia, 50-60 persennya masih di support dari Jakarta. Celakanya, hampir semua penerbangan dari Jakarta itu selalu penuh bahkan berebut space dengan harga yang berbeda-beda.
      Dari sisi regulasi kata Bhakty memang sudah lama membaik. Apalagi dengan UU Per pos-an, PT POS tidak lagi monopoli, sehingga memungkinkan besarnya peluang di bisnis ini. Namun belum efektif dijalankan,” jelasnya.
      Untuk Pandu Siwi Group sendiri kata Bhakty, saat ini masih berkonsentrasi di non udara. Sementara tantangan di  udara ialah, mayoritas pesawat yang ada merupakan kendaraan angkut orang, bukan barang, sehingga ada keterbatasan load yang luar biasa. Jadi yang menjadi kendala utama itu adalah  space program atau load program.
      Sementara di luar negeri, selain pesawat angkutnya besar, beberapa perusahaan besar juga  memiliki pesawat sendiri. Untuk Pandu Logistic saat ini masih sewa, di mana ongkos pengiriman barang memakai rupiah, sedangkan sewa menggunakan dolar.
      Mengantisipasi itu, Bhakty melakukan subsidi silang, atau juga dengan mengatur strategi dengan menggandeng perusahaan-perusahan airline asing, seperti dengan perusahaan angkutan udara di Singapura. Namun tidak tutup kemungkinan kedepan untuk memiliki pesawat sendiri.
Pasar Asing Mulai Direbut
      Beruntung  kata Bhakty, di tengah ketatnya persaingan di bisnis ini, Pandu Logistic, saat ini mampu menempati rangking satu  dari perusahaan kurir domestic Indonesia. Ayah tiga anak kelahiran Medan 30 April 1953, ini pun bertekad untuk menjadikan Pandu Logistic  sebagai perusahaan terpadu yang diakui, disegani dan dipercaya, dan berkualitas internasional.
      Pihaknya menginginkan, agar pada tahun 2010, Pandu Logistic menjadi tuan rumah dinegeri sendiri,  sehingga mampu bersaing secara nasional maupun global. Kini pihaknya telah bebenah sekaligus berharap, dalam kurung waktu setahun atau dua tahun kedepan, Pandu Logistic mampu meng-operate sendiri untuk beberapa wilayah.
      Cita-cita itu bukan tak mungkin tercapai. Saat ini saja Pandu Logistic mampu menguasai 20 persen pangsa pasar domestic dan tiga persen di pasar internasional. Bahkan  sejumlah pelanggan yang dulunya  dikuasai pemain asing, kini mulai beralih ke Pandu Logistic.
      Untuk jasa pengiriman internasional, saat ini asing, Jelas Bhakty, masih mendominasi pangsa pasar di Indonesia. Pemain lokal banyak ketinggalan dan lebih menguasai jasa pengiriman  domestik. Untuk bisa bersaing dengan asing, maka  Strategi yang dilakukan adalah melakukan sinergi dengan asing supaya bisa bersaing merebut kue internasional.
      Sinergi kata dia bisa berbentuk macam-macam  Ada aquisition, business partner atau berbentuk kemitraan yang baik. Dan seharusnya Indonesia, jelas Bhakty,  bisa menguasai pangsa pasar yang saat ini didominasi oleh asing. Saat ini, lanjut Bhakty,  tidak ada pilihan lain, selain harus bersinergi, karena Pandu Logistic  membutuhkan networking dunia. Apalagi asing memiliki kekuatan uang yang  bisa masuk ke seluruh pelosok Indonesia. Sementara domestic local belum mampu menembus daerah-daerah pedalaman di luar negeri
“Jadi kalau kita tidak bersinergi dengan international company, kita sulit untuk bersaing. Kita harus bangkit. Kita tidak ingin pasar Indonesia banyak diambil asing, dan cara utama adalah dengan mempersiapkan jaringan atau networking yang bagus sehingga kita dapat berbuat banyak,”ujar pemilik moto: bagaimana hidup bisa bermanfaat untuk orang banyak, ini.
      Saat ini Pandu Logistic memperkerjakan lebih dari 2 ribu karyawan. Omsetnya mencapai Rp 100 milar per tahun.  Dengan dukungan IT, kini 150-an kantor cabangnya bertebaran di seantero nusantara. Armada pun banyak, yang mencapai ratusan unit mobil boks dan puluhan mobil tronton.
      Mengkilapnya bisnis Pandu Logistic mengundang perhatian investor asing. Beberapa perusahaan dari Timur Tengah dan Korea Selatan sudah berancang-ancang untuk bermitra guna memperkuat bisnis ini. Apalagi saat ini jaringan Pandu Logistic sudah menyebar ke Asia, Timteng, Eropa, Australia, Amerika Serikat, Amerika Latin, Kanada dan Afrika Utara. Setelah beraliansi bersama Geo Nakia Cargo (Jepang) dan International Freight and Logistic Networks Inc (IFLN, AS), di pasar global, pihaknya  bersaing dengan DHL, TNT, FedEx dan UPS.
      Kunci keberhasilan bisnis logistic menurut Bhakty adalah kepercayaan atau amanah. Jadi kekuatan utama dalam kegiatan jasa itu adalah amanah. Dan amanah ini harus disupport oleh teknologi, financial dan juga manusianya. Nah, manusianya ini kalalu tidak baik akan repot kedepannya. Di Pandu Logistic, dirinya sejak awal berusaha untuk membentuk spiritual company, sehingga mampu berbagi rasa dengan lingkungan, karyawan, supaya terbentuklah produktifitas yang penuh dengan kejujuran yang tinggi, terutama dengan cara berhaji, berumroh dengan syariat yang baik.  “Dalam waktu 16 tahun ini semua harus saya bangun dengan perusahaan yang harus sehat, infrastruktur yang bagus, karyawan juga harus menikmati, jadi semua harus sama-sama dibentuk,”paparnya pria yang pernah bercita-cita menjadi manajer yang baik ini. Kormen, cory
 
Kutipan:
1.    Kunci keberhasilan bisnis logistic adalah kepercayaan
2.    Jadi kalau kita tidak bersinergi dengan international company, kita sulit untuk bersaing
3.    Pandu Logistic mampu menguasai 20 persen pangsa pasar domestic dan tiga persen di pasar internasional